Program Makan Bergizi Gratis di Sultra Serap Anggaran Rp725 Miliar

Minggu 10-05-2026,11:53 WIB
Reporter : Gatot Wahyu
Editor : Gatot Wahyu

sultra.disway.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Tenggara menunjukkan dampak signifikan. Hingga 1 Mei 2026, program ini telah menyerap anggaran mencapai Rp725 miliar dan menjangkau lebih dari 667 ribu penerima manfaat di seluruh wilayah.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra, Iman Widhiyanto, mengungkapkan program ini tidak hanya menyasar pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan efek luas terhadap perekonomian daerah.

“Program MBG menjadi stimulus ekonomi karena melibatkan banyak tenaga kerja dan pelaku usaha lokal,” ujarnya di Kendari, Kamis.

BACA JUGA:Geliat Ekonomi di Balik Program MBG Sultra: Anggaran Ratusan Miliar hingga Pemberdayaan UMKM

Menjangkau Siswa hingga Ibu Hamil

Sebanyak 667.305 penerima manfaat tercatat telah merasakan dampak program ini. Mereka terdiri dari peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga tenaga kependidikan yang tersebar di 17 kabupaten dan kota di Sultra.

Dalam pelaksanaannya, MBG didukung oleh 273 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kota Kendari menjadi wilayah dengan cakupan terbesar, melayani lebih dari 102 ribu penerima.

Serap 12.600 Tenaga Kerja

Tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, program ini juga membuka peluang kerja baru. Tercatat sekitar 12.600 tenaga kerja terserap dalam pelaksanaan MBG, mulai dari tenaga dapur hingga distribusi.

Pemerintah juga menggandeng berbagai pihak untuk memastikan kelancaran program, termasuk dukungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya dalam distribusi ke wilayah-wilayah terpencil sejak April 2026.

BACA JUGA:49 Unit MBG Dibekukan Sementara, Badan Gizi Nasional Perketat Standar Keamanan Pangan 2026

Tantangan Distribusi hingga Harga Bahan Baku

Meski capaian program terbilang besar, sejumlah tantangan masih dihadapi. Di antaranya fluktuasi harga bahan baku di pasar serta kendala distribusi ke daerah kepulauan dengan kondisi geografis yang cukup kompleks.

Namun demikian, pemerintah memastikan program ini akan terus diperkuat.

“Ke depan, fokusnya adalah peningkatan kualitas layanan dan keberlanjutan program, termasuk memperluas keterlibatan UMKM lokal agar dampak ekonominya semakin terasa,” jelas Iman.

Dengan strategi tersebut, Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui efek berganda (multiplier effect), khususnya bagi pelaku usaha kecil di Sulawesi Tenggara.

Kategori :