Mateus Mane Jadi Rebutan Portugal dan Inggris, Bingung Pilih Negara?

Selasa 24-02-2026,21:02 WIB
Reporter : Sahroni
Editor : Sahroni

sultra, disway.id - Playmaker muda Wolverhampton Wanderers, Mateus Mane, dikabarkan tengah menghadapi keputusan penting terkait masa depannya di level internasional.

Performa impresifnya bersama Wolves membuat namanya mulai diperhitungkan, bukan hanya di level klub, tetapi juga tim nasional.

Di luar Stadion Molineux, Mane sebelumnya bukanlah nama yang banyak dikenal. Situasi berubah sejak pelatih Rob Edwards memberinya kepercayaan tampil reguler di Premier League setelah kedatangan sang pelatih pada November lalu.

Pemain berusia 18 tahun itu tampil menjanjikan. Dari total 18 penampilan di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Mane mencatatkan dua gol dan dua assist. Lebih impresif lagi, ia selalu menjadi starter dalam 11 pertandingan terakhir Wolves di liga.

Perkembangan pesat tersebut memicu spekulasi mengenai masa depannya. Dengan Wolves yang dipastikan terdegradasi ke Championship, Mane diprediksi bakal menjadi incaran klub-klub besar pada bursa transfer musim panas mendatang.

Portugal Bergerak Cepat

Selain masa depan klub, perhatian kini juga tertuju pada pilihan tim nasional Mane. Laporan BBC Sport menyebut Portugal berupaya mempercepat proses pemanggilannya ke tim senior.

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, disebut-sebut sebagai pengagum Mane. Sang pelatih dikabarkan ingin memasukkan pemain kelahiran Portugal tersebut ke dalam rencana jangka panjang timnas.

Inggris Tak Mau Kehilangan Talenta

Meski lahir di Portugal, Mane telah menetap di Inggris sejak usia delapan tahun. Ia bahkan sudah memperkuat tim nasional Inggris kelompok usia U-18.

Laporan yang sama mengindikasikan bahwa pelatih Inggris U-21, Lee Carsley, membuka peluang promosi bagi Mane ke level yang lebih tinggi pada jeda internasional mendatang.

Namun, baik Portugal maupun Inggris belum memasukkan nama Mane dalam proyeksi skuad Piala Dunia 2026.

Fokus Klub dan Waktu Istirahat

Untuk saat ini, Mane dikabarkan lebih memilih fokus pada karier klubnya. Absennya Inggris U-21 dari turnamen besar musim panas ini juga membuatnya tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Ada pula pertimbangan fisik. Mane menjalani lonjakan karier yang signifikan dalam waktu singkat. Sejak akhir Desember, ia tampil sebagai starter dalam 11 laga Premier League secara beruntun.

Setelah periode padat tanpa jeda, jeda internasional Maret bisa menjadi momentum ideal bagi Mane untuk memulihkan kondisi.

Jadwal Wolves Ikut Berpengaruh

Situasi jadwal Wolves turut memberikan ruang istirahat tambahan. Jika Wolves gagal menyingkirkan Liverpool di putaran kelima Piala FA, mereka akan menjalani jeda pertandingan cukup panjang, yakni antara 16 Maret hingga 11 April.

Dengan demikian, Mane memiliki kesempatan langka untuk mengisi ulang energi di tengah musim yang melelahkan.

Kategori :