sultra.disway.id - Kisah pilu warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, yang sempat diminta mengembalikan bantuan beras dan minyak goreng akhirnya mendapat perhatian langsung dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah curhatan sang istri penerima bantuan menyentuh hati warganet.
Warga tersebut adalah Jafar, bersama istrinya Wa Muna, warga Kelurahan Baadia, Kecamatan Murhum. Bantuan pangan yang semula mereka terima diketahui ditarik kembali oleh pihak terkait, diduga akibat kekeliruan data penerima bantuan.
Menanggapi polemik itu, Mentan Amran bergerak cepat. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral, Amran menyalurkan santunan tunai sebesar Rp20 juta serta bantuan pangan kepada keluarga Jafar. Bantuan tersebut berupa beras 250 kilogram, minyak goreng 12 liter, dan gula pasir 10 kilogram.
BACA JUGA:Angka Kemiskinan di Sultra 2025: Kabupaten Kepulauan Konawe Tertinggi, Kendari Terendah
Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, Mentan Amran menegaskan bahwa keluarga penerima bantuan tidak boleh dirugikan hanya karena kesalahan administrasi. Ia pun langsung memerintahkan jajaran Bulog Baubau untuk menelusuri persoalan yang terjadi di lapangan.
“Begitu menerima informasi ini, saya minta Bulog segera turun dan menyelesaikannya secara tuntas. Jangan sampai masyarakat dirugikan akibat kesalahan data,” tegas Amran yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan Cabang Bulog Baubau, Dion, kepada keluarga Jafar. Dalam kesempatan itu, Dion menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kekeliruan yang terjadi, sekaligus menyampaikan amanah dari Menteri Pertanian.
“Kami menyampaikan amanah dari Bapak Menteri Pertanian, Bapak Andi Amran Sulaiman. Semoga bantuan ini dapat diterima dengan baik. Kami juga memohon maaf atas kesalahan yang terjadi sebelumnya dan berharap kejadian serupa tidak terulang,” ujar Dion.
BACA JUGA:Jelang Libur Nataru, Wali Kota Kendari Sidak Kesiapan BPBD hingga RSUD
Kasus penarikan bantuan ini menjadi sorotan publik karena kondisi keluarga Jafar yang memprihatinkan. Wa Muna, yang berprofesi sebagai buruh cuci, telah menjadi tulang punggung keluarga selama delapan tahun setelah suaminya menderita stroke.
Dengan mata berkaca-kaca, Jafar menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan kepedulian yang diberikan langsung oleh Mentan Amran.
“Saya Jafar dan keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Menteri. Salam hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ucapnya haru.
Sementara itu, Wa Muna memilih mengambil hikmah dari peristiwa yang dialaminya. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang kini diterima keluarganya.
“Terima kasih banyak, Pak Menteri. Saya ambil hikmahnya. Terima kasih atas beras yang begitu banyak untuk keluarga kami,” tutur Wa Muna.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya ketepatan data penerima bantuan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam melindungi masyarakat kecil dari dampak kesalahan administrasi.