Waspada Karhutla! Titik Panas di Kalimantan Tengah Meroket Tajam
--
sultra, disway.id - Kalimantan Tengah (Kalteng) kini menjadi sorotan nasional setelah mencatatkan lonjakan signifikan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), provinsi ini mengalami peningkatan titik panas dan luas lahan terbakar yang paling mencolok dibandingkan sembilan wilayah pantauan lainnya di Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengungkapkan bahwa wilayah Kalteng mencatatkan hingga 821 titik panas. Angka ini melonjak tajam sebesar 93 persen dari hari sebelumnya.
"Dari hasil pemantauan nasional Kalimantan Tengah adalah kasus yang paling menonjol, meningkat per hari ini," ujar Berton.
Tidak hanya titik panas, luas lahan yang berada dalam penanganan satuan tugas di Kalteng juga meroket hingga 1.641 hektare atau mengalami kenaikan sebesar 147 persen. Peningkatan tersebut turut diikuti oleh lonjakan titik api sebesar 62 persen.
"Naik dibandingkan sehari sebelumnya, di Kalimantan Tengah sekarang ada 821 titik panas atau naik sebesar 93 persen dan sebanyak 1.641 hektare (yang terbakar) dalam penanganan, dan titik api (meningkat) 62 persen," kata Berton.
Secara nasional, Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mencatat ada sebanyak 1.468 titik panas serta 2.645 hektare karhutla yang tengah ditangani oleh tim satgas gabungan per 5 November. Selain Kalteng, kenaikan titik api juga terdeteksi di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan persentase 53 persen.
Kendati demikian, kabar baik datang dari sembilan provinsi pantauan lainnya yang justru menunjukkan tren penurunan. Wilayah-wilayah seperti Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Maluku mencatatkan penurunan titik panas dan api di kisaran 20 hingga 50 persen.
Berton menambahkan, meredanya karhutla di berbagai daerah tersebut salah satunya dipicu oleh mulai turunnya hujan secara merata di sekitar kawasan yang terdampak.
Sumber: