169 Wilayah di Sultra Masuk Radar KKP untuk Program Kampung Nelayan Merah Putih
Ilustrasi - 169 Wilayah di Sultra Masuk Radar KKP untuk Program Kampung Nelayan Merah Putih--
sultra, disway.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menancapkan fondasi pengembangan kawasan pesisir di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebanyak 169 titik telah disiapkan sebagai calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk tahun anggaran 2027.
Langkah awal ini dimatangkan lewat pembekalan khusus bagi ratusan anggota tim penilaian dan fasilitasi di Kendari, Kamis. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga orang narasumber ahli untuk menyamakan langkah di lapangan.
"Adapun daerah yang masuk dalam daftar calon lokasi KNMP 2027 meliputi Kabupaten Bombana, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, Kolaka, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna, Muna Barat, dan Wakatobi, serta Kota Baubau dan Kota Kendari," kata Tenaga Ahli Satgas KNMP KKP I, Andi Nurjaya Nurdin.
Melalui pembekalan ini, KKP ingin memastikan seluruh surveyor memiliki standar penilaian yang setara, kapasitas teknis yang mumpuni, serta menjaga transparansi program. Tim dibekali instrumen khusus guna membedah tingkat kelayakan setiap daerah calon penerima manfaat.
"Tujuan utama dari kegiatan ini agar peserta memiliki pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan teknis untuk menggunakan instrumen yang sudah disiapkan dalam rangka melakukan penilaian status dari calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2027," ujar Andi.
Proses penyaringan lokasi tidak dilakukan sembarangan. KKP menetapkan enam indikator utama, yaitu keberadaan komunitas masyarakat nelayan atau pengolah perikanan, kelembagaan ekonomi yang berjalan, kejelasan lahan, fasilitas utilitas, ketersediaan sarana-prasarana, hingga tingkat dukungan dari warga serta pemerintah daerah setempat.
Guna menjaga independensi dan efektivitas kerja, KKP menggandeng lima lembaga kampus dan LSM lokal Sultra. Kelompok mitra ini terdiri atas Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas 19 November Kolaka, Institut Teknologi Kelautan Buton, Universitas Muhammadiyah, serta LSM Leuser, yang akan bekerja melakukan survei hingga penyiapan lokasi selama dua bulan ke depan.
"Dalam pelaksanaannya, KKP melibatkan lima mitra pembangunan yang terdiri atas Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas 19 November Kolaka, Institut Teknologi Kelautan Buton, Universitas Muhammadiyah, serta LSM Leuser. Para mitra ini akan melaksanakan tugas mulai dari survei hingga fasilitasi kesiapan lokasi dengan durasi kontrak sekitar dua bulan," jelasnya.
Kegiatan pembekalan di Sultra juga diisi pemaparan dari Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif serta Ketua Satgas Penyiapan dan Perencanaan calon Lokasi KNMP 2027 Mohamad Abdi.
Secara nasional, program pemetaan ini berlangsung serentak pada 27–29 Oktober 2026 dengan melibatkan 3.500 peserta dari 37 provinsi. Seluruh data lapangan dikumpulkan secara presisi dan terintegrasi berbasis aplikasi digital.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mematok syarat tegas bahwa pemetaan lokasi wajib berpijak pada kondisi riil warga pesisir. Tim di lapangan diminta aktif menyerap aspirasi dari berbagai kalangan, mulai dari nelayan skala kecil, anak buah kapal (ABK), pelaku usaha perempuan, pengolah hasil tangkapan, hingga pedagang ikan lokal.
Kendati demikian, KKP mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah bahwa status calon lokasi maupun kedatangan tim survei belum menjamin pembangunan akan langsung dilaksanakan. Keputusan akhir penetapan lokasi definitif sepenuhnya bergantung pada kelengkapan administrasi, hasil verifikasi teknis, serta tingkat kesiapan masing-masing wilayah.
Sumber: