Sektor UMKM Sulawesi Tenggara Semakin Solid, Kredit Macet Turun Jadi 3,45 Persen

Sektor UMKM Sulawesi Tenggara Semakin Solid, Kredit Macet Turun Jadi 3,45 Persen

--

sultra, disway.id - Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan tren pemulihan yang kian solid.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sultra mencatat, penyaluran kredit perbankan untuk sektor UMKM di wilayah ini berhasil menyentuh angka Rp17,03 triliun hingga Oktober 2026.

Capaian tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 6,31 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengungkapkan bahwa ekspansi pembiayaan ini turut mendongkrak porsi kredit UMKM terhadap total penyaluran kredit perbankan secara keseluruhan di Sulawesi Tenggara. Porsinya kini naik dari sebelumnya 29,84 persen menjadi 30,06 persen.

"Saat ini porsi UMKM terhadap total seluruh kredit di Sultra mencapai 30,06 persen. Ini tentunya mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya," ujar Bismi, di Kendari.

Berdasarkan data OJK, total keseluruhan kredit perbankan yang disalurkan oleh industri perbankan di Sulawesi Tenggara kini telah mencapai Rp56,66 triliun.

Menariknya, pertumbuhan penyaluran pembiayaan ini tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga diiringi oleh perbaikan kualitas kredit. Hal tersebut tercermin dari menurunnya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di daerah berjuluk Bumi Anoa ini.

"Kredit macet saat ini kita sebut NPL sebesar 3,45 persen. Jika dibandingkan tahun sebelumnya secara year-on-year, NPL tahun ini mengalami penurunan, di mana sebelumnya 3,58 persen menjadi 3,45 persen," jelas Bismi.

Sebagai langkah antisipasi guna menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK terus mendorong perbankan agar proaktif mengoptimalkan program restrukturisasi kredit. Kebijakan ini ditujukan khusus bagi para debitur yang masih menghadapi kendala atau tantangan dalam kelancaran pembayaran.

"Langkah tersebut dapat dilakukan melalui perpanjangan jangka waktu pengembalian hingga keringanan denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tambahnya.

Kombinasi antara tren positif penyaluran pembiayaan dan penurunan rasio kredit macet ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa daya tahan pelaku usaha lokal semakin tangguh. Melalui ekosistem akses pembiayaan yang sehat dari industri perbankan, roda perekonomian daerah diharapkan terus berputar kencang sekaligus mendongkrak daya saing UMKM Sulawesi Tenggara ke tingkat yang lebih tinggi.

Sumber: