Vivo S70 Dirumorkan Rilis November 2026, Usung Sensor Sony LYT610 dan Lensa Teleconverter

Vivo S70 Dirumorkan Rilis November 2026, Usung Sensor Sony LYT610 dan Lensa Teleconverter

--

sultra, disway.id - Lini ponsel Vivo S-series tampaknya bakal kehadiran anggota baru yang membawa peningkatan performa kamera secara signifikan.

Vivo S70 dikabarkan mengusung teknologi teleconverter yang dipadukan dengan kamera periskop beresolusi 64 MP.

Kehadiran fitur ini diprediksi akan memperluas jangkauan pembesaran optik secara drastis, menjadikannya senjata utama untuk fotografi jarak jauh.

Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh pembocor industri teknologi kawakan, Digital Chat Station, melalui platform Weibo pada Sabtu (24/10).

Ia membeberkan bahwa Vivo S70 mengandalkan sensor telefoto periskop Sony LYT610 64 MP. Penggunaan sistem teleconverter, aksesori optik penambah jarak fokus, akan melipatgandakan kemampuan zoom perangkat ini melebihi standar ponsel di kelasnya.

Jika rumor ini terbukti presisi, Vivo S70 bakal menyajikan lompatan teknologi yang jauh meninggalkan pendahulunya, Vivo S60, yang mengudara di Pasar China pada Mei 2026 lalu.

Layar AMOLED 1,5K dan Performa Snapdragon

Tak hanya menonjol di sektor kamera, dapur pacu dan visual Vivo S70 juga tak kalah menarik. Ponsel anyar ini dirumorkan mengusung panel layar AMOLED LTPS seluas 6,59 inci dengan resolusi tajam 1,5K.

Meski demikian, detail mengenai refresh rate maupun tingkat kecerahan maksimal (peak brightness) layarnya masih disimpan rapat.

Untuk urusan performa, Vivo menyerahkan pemrosesan data pada chipset kelas atas Qualcomm dari lini Snapdragon 8s Series. Spekulasi kuat mengarah pada penggunaan Snapdragon 8s Gen 4 sebagai otak utamanya.

Langkah ini mengindikasikan bahwa Vivo S70 dirancang untuk melahap beban kerja berat maupun aktivitas gaming dengan mulus.

Pembatalan Fitur Layar Sekunder

Proses pengembangan Vivo S70 rupanya menyisakan cerita menarik. Digital Chat Station mengungkapkan bahwa pada tahap purwarupa awal, tim insinyur Vivo sempat menguji keberadaan layar sekunder di bodi bagian belakang.

Namun, konsep modul layar tambahan tersebut akhirnya dibatalkan sebelum masuk lini produksi massal.

Sumber: