Jaga Stok dan Harga Pangan, Pemkot Kendari Optimalkan 400 Kios Warga
Ilustrasi - Pemkot Kendari Optimalkan 400 Kios Warga--
sultra, disway.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan terus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Salah satu langkah konkrit yang diambil adalah mengoptimalkan peran 400 kios pangan yang tersebar di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Langkah ini dilakukan demi menjamin ketersediaan bahan pokok masyarakat sekaligus menjaga harga tetap ramah di kantong.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa penguatan jaringan kios pangan ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan bahan baku makanan bagi warga lokal.
"Kios pangan ini juga salah satu faktor kita untuk menjaga stok kebutuhan pangan masyarakat di Kendari," katanya.
Abdul Rauf merincikan, dari total ratusan titik tersebut, sebanyak 215 kios merupakan binaan Pemkot Kendari yang terdistribusi di tiap kelurahan. Sementara sisanya, sekitar 200 unit, berada di bawah pembinaan Bulog.
Tak hanya mengandalkan kios pangan, Pemkot Kendari juga memperluas rantai distribusi dengan melibatkan jejaring Rumah Pangan Kita (RPK) serta sejumlah toko modern.
"Jadi kurang lebih ada 400 kios pangan di Kendari ditambah RPK," ujar Rauf.
Guna memastikan rantai pasok berjalan mulus, Pemkot Kendari turut memberikan pembinaan intensif terkait penyediaan stok hingga membuka jalan akses permodalan bagi para pelaku usaha, khususnya di sektor olahan pangan. Dalam hal permodalan, pihaknya aktif berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan jajaran perbankan lainnya.
"Karena kelebihan kios pangan ini mereka sudah punya modal awal, sehingga pemerintah tinggal memberikan pembinaan saja," sebut Rauf.
Pada kesempatan yang sama, Manajer Pemasaran Bulog Sulawesi Tenggara, Aan Fahri, memastikan ketersediaan komoditas penting seperti beras SPHP dan Minyakita dalam kondisi aman untuk disalurkan ke masyarakat melalui kios-kios mitra.
Untuk meminimalisasi kecurangan, Bulog juga melakukan pengawasan berkala terhadap seluruh mitra penyalur di lapangan agar kebutuhan warga tetap terpenuhi tanpa lonjakan harga yang tak wajar.
"Apabila ditemukan penjualan dengan harga yang tidak sesuai ketentuan, akan menindaklanjuti melalui teguran hingga pemutusan kemitraan jika pelanggaran terus berulang," tegasnya.
Sumber: