Kualitas Udara Sultra Memburuk, Kasus ISPA Naik Signifikan

Kualitas Udara Sultra Memburuk, Kasus ISPA Naik Signifikan

--

sultra, disway.id - Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai angka mengkhawatirkan dengan total 26.618 kasus sepanjang September 2026.

Merespons situasi ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sultra bergerak cepat memperkuat layanan kesehatan di seluruh wilayah serta membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat.

Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinkes Sultra, Sija Tiku, menegaskan bahwa pihaknya memantau ketat perkembangan kasus harian di tiap puskesmas dan memastikan pasokan obat-obatan tetap aman.

"Sebagai langkah antisipasi dan penanganan, kami telah membagikan ribuan masker gratis di Kota Kendari dan beberapa wilayah rawan paparan asap, menjamin ketersediaan obat-obatan, serta memantau perkembangan kasus harian melalui puskesmas di seluruh Sultra," kata Sija.

Eskalasi kasus ini terbilang signifikan. Jika dibandingkan dengan Agustus 2026 yang mencatat 23.688 kasus, terjadi kenaikan sebanyak 2.930 penderita hanya dalam kurun waktu satu bulan.

Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan membumihanguskan 2.300 hektare lahan di Sultra menjadi pemicu utama. Kondisi ini diperparah oleh pekatnya sebaran asap dan debu di tengah musim kemarau, yang secara drastis menurunkan kualitas udara akibat meningkatnya konsentrasi partikulat halus.

"Berdasarkan data Dinkes Sultra, penderita ISPA pada periode September didominasi oleh kelompok dewasa sebanyak 10.260 kasus, disusul balita 6.764 kasus, anak-anak 4.314 kasus, remaja 2.956 kasus dan lansia 2.324 kasus," ujarnya.

Melihat tingginya tingkat paparan debu dan asap, Dinkes Sultra mengimbau warga—khususnya kelompok rentan seperti bayi, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis—untuk memperketat perlindungan diri.

"Masyarakat diimbau selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, membatasi kegiatan fisik berat di ruang terbuka, dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Jika mengalami batuk berkepanjangan atau sesak napas, warga disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat," tambah Sija.

Sumber: