Dongkrak Hasil Panen, Pemkab Kolaka Utara Terapkan Pertanian Modern Berbasis Drone

Dongkrak Hasil Panen, Pemkab Kolaka Utara Terapkan Pertanian Modern Berbasis Drone

--

sultra, disway.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai menggerakkan langkah inovatif untuk mendongkrak hasil tani lokal. Melalui program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PMAAS), pemkab menerapkan pola tanam berbasis teknologi di areal persawahan Desa Pundoho, Kecamatan Pakue Utara.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolut, Nusba Nuhung, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap target perluasan tanam Provinsi Sultra yang dipatok seluas 17.533 hektare.

"PMAAS merupakan pendekatan peningkatan produksi padi berbasis teknologi modern. Pola tanam diarahkan secara serentak dalam satu hamparan dengan pengaturan padat benih, pupuk, air, serta pemanfaatan teknologi modern seperti penyemprotan menggunakan pesawat nirawak (drone)," ungkap Nusba.

Uji coba program ini difokuskan pada lahan seluas 50 hektare di Desa Pundoho. Pemkab optimis langkah tersebut mampu mendongkrak produktivitas hingga mencapai 12 ton per hektare sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

Berdasarkan data dinas terkait, total luas baku sawah di Kolaka Utara tercatat mencapai 1.482,11 hektare, dengan sekitar 1.000 hektare di antaranya berada dalam status produktif. Khusus di Kecamatan Pakue Utara, potensi hamparan sawah mencakup 170 hektare yang terbagi atas 135 hektare sawah irigasi dan 35 hektare sawah tadah hujan.

Meski demikian, penerapan pola padat PMAAS memerlukan penyesuaian sarana produksi. Nusba mengusulkan tambahan alokasi benih dari pemerintah pusat karena metode ini membutuhkan sekitar 100 kilogram benih per hektare, jauh lebih tinggi dari jatah bantuan reguler saat ini yang sebesar 25 kilogram per hektare.

Dukungan penuh turut disuarakan oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sultra, Kamri Alwi. Pihaknya siap mengawal program ini mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, penanganan hama, hingga pasokan silika dan dolomit.

"Untuk PMAAS disiapkan benih 70 kilogram per hektare dan saat ini sedang proses uji mutu. Pengelolaan air juga diatur agar tidak tergenang terus-menerus supaya akar tanaman berkembang kuat," kata Kamri.

Ia menambahkan, keberhasilan uji coba serupa di Kabupaten Kolaka Timur sempat mencatatkan potensi hasil hingga 11 ton per hektare. Melihat kondisi tanah dan ketersediaan air di Desa Pundoho, ia optimistis produktivitas di lokasi ini mampu menyentuh angka minimal 10 ton per hektare. Kamri juga mengingatkan pentingnya ketertiban data poligon lahan serta pengusulan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) agar proses verifikasi pusat berjalan lancar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, menyambut baik gerakan tanam ini, terutama di tengah tantangan musim kemarau. Ia menginstruksikan dinas teknis dan para penyuluh lapangan untuk terus aktif berkolaborasi menyerap peluang program pusat.

"Potensi pertanian kita sangat besar. Sinergi dan kolaborasi harus ditingkatkan agar seluruh dukungan anggaran maupun operasional dari pusat dapat ditindaklanjuti secara maksimal demi memperkuat ketahanan pangan daerah," pungkas Idrus.

Sumber: