Siap Siaga Bencana Sejak Dini: BPBD Kendari Bekali Pelajar Hadapi Kemarau Panjang

Siap Siaga Bencana Sejak Dini: BPBD Kendari Bekali Pelajar Hadapi Kemarau Panjang

--

sultra, disway.id - Memasuki periode hidrometeorologi kering, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, bergerak cepat membentengi generasi muda dari potensi ancaman bencana.

Langkah antisipatif ini diwujudkan melalui serangkaian sosialisasi kesiapsiagaan bencana yang menyasar ekosistem sekolah di kawasan Kendari.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menegaskan pentingnya keterlibatan lembaga pendidikan dalam menanamkan mitigasi bencana. Menurutnya, sekolah merupakan ruang paling strategis untuk menyemai budaya sadar bencana sejak dini.

"Kami menyasar warga sekolah agar pemahaman mengenai ancaman bencana pada masa hidrometeorologi kering ini dapat terbangun dengan baik sejak dini," kata Cornelius.

Program edukasi ini berlangsung marathon selama empat hari, terhitung sejak 8 hingga 11 September 2026. Pelatihan menyasar para siswa, guru, hingga staf sekolah di empat instansi pendidikan, meliputi SMP Negeri 11 Kendari, SMP Negeri 13 Kendari, SMPS Mu’adz Bin Jabal, serta SMPS Frater Kendari.

Dalam sosialisasi tersebut, BPBD menyoroti sejumlah risiko bencana yang kerap memuncak saat fenomena hidrometeorologi kering melanda. Beberapa ancaman nyata yang harus diwaspadai mencakup kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran area permukiman, kelangkaan air bersih, kekeringan, hingga potensi gempa bumi.

Guna menekan risiko tersebut, para peserta dibekali tindakan pencegahan praktis yang bisa langsung diterapkan sehari-hari. "Kami mengingatkan seluruh warga sekolah agar menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti tidak membakar sampah secara sembarangan, serta membiasakan diri menggunakan air secara bijak untuk menjaga ketersediaan air," ujar Cornelius.

Selain aksi preventif, para siswa dan guru juga dilatih merespons kondisi darurat. Mereka diimbau untuk tidak panik, segera berkoordinasi dengan pihak berwenang atau guru, serta sigap mengikuti skenario evakuasi yang sudah dirancang.

Cornelius menaruh harapan besar agar materi yang didapat tidak berhenti di ruang kelas semata, melainkan mampu disebarluaskan ke lingkungan keluarga dan pemukiman warga.

"Dengan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kepedulian bersama, potensi dampak bencana hidrometeorologi kering di Kota Kendari dapat diminimalkan," kata Cornelius.

Sumber: