Warning BMKG! Sultra Mulai Dilanda Hari Tanpa Hujan, Daerah Ini Paling Rawan
Ilustrasi kekeringan--
sultra.disway.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan penting bagi masyarakat, khususnya para petani dan pemangku kepentingan sektor pertanian di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Memasuki puncak musim kemarau, potensi kekeringan meteorologis kian mengintai wilayah tersebut.
Petani diimbau untuk segera mengantisipasi risiko krisis pasokan air dengan melakukan efisiensi penggunaan air irigasi secara bijak.
BACA JUGA:Waspada El Nino 2026: Ini 7 Titik Rawan Karhutla di Sultra dan Langkah Antisipasinya
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa durasi Hari Tanpa Hujan (HTH) yang semakin panjang berpotensi kuat memicu kekeringan ekstrem yang berdampak langsung pada produktivitas lahan persawahan.
"Peningkatan potensi kekeringan cukup tinggi sepanjang bulan Agustus hingga September. Bukan hanya ancaman kebakaran hutan yang perlu diwaspadai, tetapi efisiensi air untuk irigasi dan lahan pertanian juga wajib diantisipasi sejak dini," ujar Faizal Habibie di Kendari, Rabu.
Berdasarkan pemetaan kerawanan dan pemantauan HTH terbaru dari BMKG, sejumlah daerah di Sultra bagian selatan mulai menunjukkan indikasi kekeringan yang signifikan.
Bahkan, wilayah Kota Kendari tercatat belum mengalami curah hujan sama sekali sepanjang bulan Agustus.
BACA JUGA:Sambut HUT RI ke-81, Bapenda Kolaka Hapus Sanksi Pajak!
Kondisi serupa turut membayangi beberapa wilayah yang dikenal sebagai lumbung pangan Sultra. Daerah rawan kekeringan tersebut meliputi:
- Kabupaten Bombana
- Kabupaten Kolaka
- Kabupaten Konawe Selatan
- Wilayah selatan Buton Utara
Risiko Kebakaran Lahan
Selain mengancam ketersediaan air untuk sektor pertanian, cuaca ekstrem yang ditandai dengan tiupan angin kencang dan minimnya curah hujan ini juga meningkatkan risiko kebakaran lahan, terutama di wilayah dengan tutupan vegetasi savana.
BACA JUGA:Ditangkap di Jaksel, Direktur PT Travelina Indonesia Jadi Tersangka Kasus Umrah Ilegal Kendari
Guna meminimalkan dampak kerugian, BMKG secara berkala terus memperbarui data serta mendistribusikan peta kerawanan kekeringan.
Informasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan pengelola sektor pertanian dalam menyusun strategi tata kelola air irigasi hingga September mendatang.
Sumber: