Waspada El Nino 2026: Ini 7 Titik Rawan Karhutla di Sultra dan Langkah Antisipasinya
Karhutla--net
sultra.disway.id - Menghadapi ancaman fenomena El Nino yang memicu kemarau ekstrem pada tahun 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah cepat dengan menyiagakan 631 personel gabungan.
Langkah strategis ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Sultra.
Kapolda Sultra, Irjen Pol Himawan Bayu Aji, menegaskan bahwa fenomena El Nino memicu peningkatkan suhu permukaan laut yang berdampak pada penurunan curah hujan secara drastis.
BACA JUGA:Ditangkap di Jaksel, Direktur PT Travelina Indonesia Jadi Tersangka Kasus Umrah Ilegal Kendari
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih kering dari biasanya, dengan puncak kekeringan terluas terjadi pada bulan Agustus.
"Keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, namun yang jauh lebih penting adalah kemampuan kita mencegah kebakaran itu terjadi sejak dini," tegas Himawan Bayu saat memimpin apel kesiapsiagaan di Kendari, Selasa (11/8/2026).
Pemetaan 7 Titik Rawan Karhutla di Sultra
Berdasarkan pemetaan Biro Operasi Polda Sultra, terdeteksi tujuh titik rawan karhutla yang tersebar di empat kabupaten utama:
- Kabupaten Konawe Selatan: 3 titik rawan
- Kabupaten Bombana: 2 titik rawan
- Kabupaten Kolaka Utara: 1 titik rawan
- Kabupaten Konawe Utara: 1 titik rawan
BACA JUGA:702 Desa di Sultra Belum Cair Dana Desa, Ini Daftarnya
Meskipun titik rawan terkonsentrasi di wilayah tersebut, Kapolda menginstruksikan seluruh jajaran di wilayah Sultra untuk tetap meningkatkan kewaspadaan secara merata.
Terlebih lagi, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, telah tercatat dua kasus karhutla yang melalap lahan di Kota Baubau dan Kabupaten Kolaka Utara akibat kelalaian manusia.
Ratusan personel yang disiagakan terdiri dari berbagai unsur penegak hukum dan penanggulangan bencana, meliputi Dit Samapta, Dit Lantas, Dit Polairud, Sat Brimob, Dit Dokkes, serta staf Polda Sultra.
Pasukan ini diperkuat oleh dukungan penuh dari TNI, Pemerintah Daerah, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, Tagana, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
BACA JUGA:Titik Api di Sultra Lenyap! BNPB Pastikan Karhutla di 4 Provinsi Resmi Terkendali
7 Arahan Strategis Penanganan Karhutla
Guna memastikan operasional di lapangan berjalan efektif, Kapolda Sultra menerbitkan tujuh arahan utama bagi seluruh personel:
- Melakukan deteksi dini dan pemetaan intensif di wilayah rawan.
- Menguatkan edukasi serta imbauan kamtibmas kepada masyarakat.
- Memastikan kesiapan dan kelayakan sarana, prasarana, serta logistik pendukung.
- Menggelar simulasi tanggap darurat secara berkala.
- Mengedepankan respons cepat saat muncul titik api (hotspot).
- Bekerja sesuai Standard Operating Procedure (SOP) dengan mengutamakan keselamatan jiwa.
- Memperkuat sinergi lintas sektoral bersama TNI, BPBD, Basarnas, BMKG, relawan, dan warga setempat.
Sumber: