Bukan Langka! Ini Penyebab Asli Antrean Panjang SPBU di Kendari

Bukan Langka! Ini Penyebab Asli Antrean Panjang SPBU di Kendari

Sidak SPBU--Pemkot Kendari

sultra.disway.id - Menanggapi keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bergerak cepat.

Bersama PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, dan instansi terkait, Pemkot menggelar inspeksi mendadak (sidak) di empat titik SPBU utama.

Empat lokasi yang disidak meliputi SPBU Martandu, SPBU Tapak Kuda, SPBU Teratai, dan SPBU Kongoasa.

BACA JUGA:Kabar Baik! 27.600 Warga Kendari Bakal Diguyur Beras Gratis hingga September 2026

Terkuak! Pemicu Antrean Berular di SPBU Kendari

Sekretaris Diskominfo Kota Kendari, Wawan Astanto, menegaskan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan stok pasokan BBM di Kota Kendari sebenarnya sangat aman dan mencukupi.

Kepadatan kendaraan di SPBU dipicu oleh dua faktor utama:

Aksi Beli Panik (Panic Buying): Banyak pemilik kendaraan yang biasanya hanya mengisi Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, kini mendadak mengisi tangki hingga penuh (full tank). Kemacetan antrean makin parah karena durasi pengisian per mobil membengkak jadi 3–5 menit.

Migrasi Pengguna BBM: Terjadi pergeseran konsumsi secara masif dari Pertamax ke Pertalite.

Fakta Lapangan: Di SPBU Tapak Kuda yang tidak menjual Pertalite, kondisi lalu lintas dan pengisian BBM terpantau relatif lengang serta lancar.

BACA JUGA:Kemnaker Siapkan 10 Ribu Kuota Pelatihan Gratis di Sultra, Lulusan Diberi Sertifikat BNSP dan Uang Saku

Dianggap Perlu, Hiswana Migas Usul Pembatasan Pembelian BBM Subsidi

Guna mengurai kepadatan sekaligus memastikan penyaluran energi tepat sasaran, DPC Hiswana Migas mengusulkan agar Pemkot Kendari menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait pembatasan pembelian BBM bersubsidi harian:

Kendaraan Roda 4 (Mobil): Maksimal 50 liter per hari.

Kendaraan Roda 2 (Motor): Maksimal 10 liter per hari.

Pemkot Kendari meminta warga untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu liar (unverified) di media sosial yang memicu kekhawatiran palsu. Masyarakat diimbau untuk membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan harian tanpa perlu melakukan panic buying.

Sumber: