Gagal Gaet Wonderkid Brasil, Manchester United Terpaksa Bertahan dengan Marcus Rashford?
--
sultra, disway.id - Rencana Manchester United untuk memoles lini serang mereka pada bursa transfer musim panas ini kembali menemui jalan buntu.
Di bawah arahan pelatih Michael Carrick, Setan Merah sebenarnya bergerak aktif memperkuat kedalaman skuad demi mengarungi kompetisi Liga Inggris.
Masuknya Andre Santos dan Youri Tielemans sukses menyuntikkan energi baru di lini tengah, namun ruang di sektor sayap kiri justru masih menyisakan lubang besar.
Sebelumnya, manajemen Setan Merah sempat membidik Crysencio Summerville. Sayangnya, pemain asal Belanda tersebut lebih memilih menyeberang ke Liga Pro Arab Saudi bersama Al-Hilal.
Tak ingin menyerah, pencarian pun dialihkan ke Amerika Selatan. Berdasarkan laporan media olahraga terkemuka Brasil, Globo Esporte, Manchester United sempat menjalin komunikasi intensif dengan Palmeiras untuk memboyong Eduardo Conceicao.
Namun, kepindahan pemain muda bernilai 50 juta euro (sekitar £42,67 juta) itu batal terwujud setelah Palmeiras mendadak mengubah strategi transfer mereka dan memilih mempertahankan sang wonderkid.
Prospek Conceicao dan Krisis Kedalaman Sektor Sayap Kiri
Eduardo Conceicao yang baru berusia 16 tahun sebenarnya diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang. Jika berhasil dipinang, ia rencananya akan ditempa di akademi Old Trafford atau dipinjamkan lebih dulu demi menambah menit bermain.
Fleksibilitasnya yang mampu berperan sebagai penyerang sayap maupun striker murni dinilai bisa menjadi solusi ideal untuk mengatasi rapuhnya sektor kiri Setan Merah dalam beberapa musim terakhir.
Gagalnya transfer ini memaksa Carrick mengandalkan stok pemain yang ada. Praktis, hanya ada dua nama tersisa untuk mengisi posisi tersebut, yakni Marcus Rashford dan Matheus Cunha.
Beban Rashford dan Tantangan Taktis Michael Carrick
Marcus Rashford sendiri telah kembali ke Carrington setelah menyelesaikan masa peminjamannya di Barcelona. Meski begitu, masa depan penyerang berusia 28 tahun ini masih digayuti tanda tanya besar.
Besarnya nilai gaji ditengarai menjadi alasan utama mengapa Rashford berpotensi bertahan, walau performanya di lapangan belum sepenuhnya kembali ke tingkat terbaik.
Di sisi lain, mengandalkan Rashford dan Matheus Cunha secara bergantian di posisi sayap kiri dinilai penuh risiko. Cunha terbukti tampil jauh lebih efektif saat diplot di area sentral, sementara Rashford masih berjuang keras menemukan konsistensinya.
Sumber: