Dirancang Sejak 2010, Begini Update Terbaru Megaproyek Jembatan Muna-Buton Sepanjang 2,9 KM
Jembatan Muna - Buton--AI
sultra.disway.id - Rencana besar menghubungkan Pulau Muna dan Pulau Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) lewat jembatan megah terus bergulir. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa megaproyek Jembatan Muna-Buton hingga kini masih terus berproses di meja perencanaan pemerintah.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama saat ini adalah mematangkan usulan pembangunan dan mengkaji berbagai alternatif skema pembiayaan.
"Masih berproses. Semua masih berproses usulan. Tahapan beberapa alternatif pembiayaan juga kita usulkan. Salah satunya ada mekanisme loan (pinjaman) dan sebagainya, itu proses yang sedang kita lakukan," ujar Roy usai Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta.
BACA JUGA:Jangan Gali Lubang Tutup Lubang! Ini Tips Melunasi Hutang Pinjol Paling Efektif
Langkah pencarian alternatif pendanaan ini juga mendapat dorongan kuat dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, agar proyek strategis nasional ini tidak mandek dan bisa segera direalisasikan sesuai ketentuan.
Meskipun menjadi impian lama masyarakat Sultra, Roy menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur skala raksasa seperti Jembatan Muna-Buton tidak boleh melompati prosedur hukum dan teknis.
Saat ini, pemerintah sedang merampungkan rantai tahapan wajib, meliputi:
- Studi Kelayakan (Feasibility Study)
- Penyusunan Dokumen Lingkungan (Amdal)
- Penyusunan Desain Rinci (Detailed Engineering Design/DED)
- Penyelesaian Kesiapan Lahan (Land Acquisition)
Karena seluruh tahapan krusial tersebut masih berjalan berdampingan, Kementerian PU belum bisa mengetok palu apakah pengerjaan fisik atau konstruksi utama jembatan sudah bisa dimulai pada tahun 2027 mendatang. "Ya, doakan saja secepatnya. Mohon dukungan," tambah Roy singkat.
Intip Spesifikasi Jembatan Muna-Buton yang Super Megah
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo sempat meninjau langsung titik lokasi rencana jembatan ini di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-lea, Kota Baubau. Pemerintah pusat dan daerah harus jeli menghitung aspek teknis jarak bentang jembatan dengan permukaan laut tertinggi demi mengamankan jalur pelayaran.
“Antisipasi terhadap pasang surut air laut penting dilakukan, sebab area di bawah jembatan merupakan jalur pelayaran. Kita harus memastikan bahwa 10 hingga 20 tahun ke depan kapal masih tetap bisa melintas dengan aman,” tegas Dody Hanggodo.
Jika rampung nanti, jembatan ini digadang-gadang akan menjadi urat nadi baru bagi sektor perdagangan, pariwisata, dan perikanan di Pulau Muna, Buton Tengah, hingga Kota Baubau berkat spesifikasinya yang masif:
- Total Panjang Jembatan: 2.969 meter (hampir 3 KM)
- Jembatan Utama: 2.043 meter
- Jalan Pendekat (Sisi Pulau Muna): 186 meter (terhubung ke Buton Tengah)
- Jembatan Pendekat (Sisi Pulau Buton): 525 meter (masuk wilayah Kota Baubau)
- Jalan Pendekat Tambahan: 215 meter
Fakta Menarik: Proyek jembatan penghubung ini sebenarnya sudah mulai dirancang sejak tahun 2010 silam. Namun, pembangunannya sempat tertunda selama bertahun-tahun akibat kendala komunikasi serta hambatan koordinasi lintas instansi sebelum akhirnya kembali digenjot intensif oleh pemerintah saat ini.
Sumber: