Target 135 Unit KDKMP di Kolaka: 10 Gerai Rampung Total, 38 Unit Lainnya Siap Kejar Tayang Agustus

Target 135 Unit KDKMP di Kolaka: 10 Gerai Rampung Total, 38 Unit Lainnya Siap Kejar Tayang Agustus

Koperasi Merah Putih ajang kebangkitan UMKM Indonesia--dok disway

sultra.disway.id - Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi merampungkan pembangunan 10 unit gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah besar ini menjadi strategi jitu pemda untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, sekaligus memutus mata rantai tengkulak yang selama ini kerap merugikan para petani dan nelayan lokal.

Kehadiran KDKMP dipercaya mampu mendekatkan akses pasar dan memangkas biaya logistik bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan hingga kawasan pesisir.

"Koperasi Merah Putih ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerakyatan. Kami ingin akses ekonomi masyarakat menjadi lebih dekat, adil, dan terjangkau," ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kolaka, Agus Salim Pamus.

BACA JUGA:Sulap Limbah Jadi Cuan! Perajin Kolaka Utara Dilatih Ubah Batok Kelapa Jadi Suvenir Estetik

Rapor Progres Pembangunan KDKMP di Kolaka

Secara keseluruhan, realisasi mega proyek KDKMP di Bumi Mekongga ini telah mencapai 48 unit dari target total sebanyak 135 unit. Berikut rincian progres fisiknya di lapangan:

  • Rampung 100%: 10 Unit (Tersebar di 5 desa dan 5 kelurahan).
  • Progres Fisik 75%: 38 Unit (Dikejar rampung pada Agustus mendatang).

Bagi Anda warga Kolaka, berikut adalah daftar 10 wilayah pertama yang gerai Koperasinya sudah berdiri kokoh:

  • Sektor Desa: Desa Puubunga, Desa Popalia, Desa Toari, Desa Muara Lapao-pao, dan Desa Pewuta.
  • Sektor Kelurahan: Kelurahan Pesouha, Kelurahan Puundoho, Kelurahan Induha, Kelurahan Dawi-Dawi, dan Kelurahan Anaiwoi.
  • Fasilitas Super Lengkap: Dari Sembako, Apotek, hingga Gudang Komoditas

BACA JUGA:Nekat Jual Sembako di Atas HET? Pemkot Kendari Siap Cabut Izin Usaha Pedagang dan Distributor Nakal!

Bukan sekadar warung kelontong biasa, Agus Salim memproyeksikan KDKMP sebagai pusat ekonomi multifungsi yang serba ada. Di dalam satu kawasan gerai, masyarakat bisa menikmati berbagai fasilitas prima seperti:

  • Gerai kebutuhan pokok (Sembako) & penyediaan gas LPG bersubsidi.
  • Layanan simpan pinjam kelolaan mandiri.
  • Klinik kesehatan dan apotek desa.
  • Fasilitas gudang bersama untuk menampung hasil pertanian, peternakan, serta perikanan sebelum dilempar ke pasar besar.

Guna memaksimalkan potensi tiap gerai, Dinas Koperasi dan UMKM Kolaka langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan komoditas unggulan di masing-masing desa dan kelurahan. Langkah ini diambil agar produk yang dijual di gudang koperasi sesuai dengan hasil bumi terbesar di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Pantau 9 Pasar Tradisional, Ini Daftar Lengkap Harga Sembako Terbaru di Kota Kendari

Tantangan Lahan Strategis di Kawasan Pegunungan

Meski berjalan positif, Agus tidak menampik adanya tantangan struktural dalam mengejar sisa target pembangunan. Kendala utama di lapangan berpusat pada keterbatasan lahan pemda yang strategis.

"Banyak desa atau kelurahan yang memiliki aset lahan, namun ukurannya tidak mencukupi standar operasional. Selain itu, letak aset tanah yang kurang strategis seperti di kawasan pegunungan yang curam juga tidak memungkinkan untuk didirikan pusat pelayanan modern," pungkas Agus.

Saat ini, pihak pengelola di daerah tengah mematangkan kesiapan SDM sambil menunggu regulasi dan arahan teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat agar operasional Koperasi Merah Putih ini bisa berjalan secara profesional dan akuntabel.

Sumber: