25 Warga Kolaka Dikirim ke Tiongkok, Siap Kerja di Industri Nikel

25 Warga Kolaka Dikirim ke Tiongkok, Siap Kerja di Industri Nikel

Ilustrasi Belajar ke China--ist

sultra.disway.id - Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, resmi memberangkatkan 25 putra-putri daerah untuk belajar bahasa Mandarin sekaligus mendalami etos kerja langsung di Tiongkok.

Program ini menjadi langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing di tingkat global.

Bupati Kolaka, Amri, menjelaskan bahwa peserta yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi ketat dari sekitar 200 pendaftar.

BACA JUGA:Jelang Libur Sekolah 2026, KSOP Baubau Lakukan Ramp Check 28 Kapal Penumpang

Proses seleksi meliputi:

  • Tes akademik
  • Wawancara
  • Pemeriksaan kesehatan

“Batch pertama ini berjumlah 25 orang. Mereka dijadwalkan berangkat pada 10 Juni melalui Bandara Tanggetada menuju Jakarta, lalu melanjutkan perjalanan ke Tiongkok,” ujarnya.

Dibiayai APBD dan CSR Perusahaan Industri

Program ini didanai melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor industri, yakni:

  • Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kolaka
  • Dana CSR dari PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP)

Pemkab Kolaka mengalokasikan sekitar Rp672 juta untuk membiayai kebutuhan hidup peserta selama enam bulan di Tiongkok.

BACA JUGA:Remisi Lansia, 2 Napi Usai 70 Tahun di Lapas Kendari Dapat Pengurangan Hukuman

Belajar di Kampus Teknik Ternama di Zhejiang

Para peserta akan menempuh pendidikan di universitas teknik dan kejuruan di Kota Quzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

Perwakilan industri nikel, Li Jin Long, menyebut kampus tersebut memiliki:

  • Lebih dari 30 program kejuruan
  • Sekitar 8.000 mahasiswa
  • Standar pendidikan tinggi di wilayahnya

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan bahasa sekaligus kesiapan kerja di lingkungan industri global.

BACA JUGA:Rp260 Miliar Digelontorkan! Sekolah Rakyat Berkonsep Asrama Segera Dibangun di Kolaka

Tak Hanya Bahasa, Tapi Juga Etos Kerja

Bupati Amri menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar belajar bahasa Mandarin, tetapi juga menyerap budaya kerja masyarakat Tiongkok yang dikenal disiplin dan produktif.

Sumber: