Jangan Asal Beli! Ini 5 Tips Jitu Memilih Hewan Kurban Sehat Jelang Idul Adha
Tips Jitu Memilih Hewan Kurban Sehat Jelang Idul Adha--
sultra, disway.id - Momemtum Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban selalu menjadi saat yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia.
Bagi masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki, momentum keagamaan tahunan ini menjadi kesempatan emas untuk mempertebal keimanan sekaligus mempererat kepedulian sosial melalui pembagian daging kurban kepada sesama.
Agar ibadah mulia ini berjalan sempurna dan bernilai pahala maksimal, persiapan yang matang sejak jauh-jauh hari sangatlah diperlukan.
Salah satu krusial yang harus dipersiapkan adalah ketelitian dalam memilih hewan yang akan dikurbankan, memastikan semuanya telah memenuhi syariat Islam serta standar kesehatan yang berlaku.
Namun, di tengah menjamurnya pedagang ternak musiman menjelang hari raya, para pekurban sering kali dihadapkan pada kebingungan. Membedakan hewan yang benar-benar berkualitas dengan yang tidak tentu membutuhkan kejelian tersendiri. Secara garis besar, aspek kehalalan berdasarkan fikih serta kondisi klinis satwa mutlak menjadi indikator utama.
Sebagai panduan agar Anda tidak salah pilih, berikut adalah tips memilih hewan kurban yang dirangkum berdasarkan data kedokteran hewan dan ketentuan hukum Islam.
1. Pantau Bobot Fisik dan Keaktifan Melalui Nafsu Makan
Langkah awal yang paling mudah dilakukan secara visual adalah mengamati perilaku dan postur tubuh ternak. Pilihlah hewan yang tampak lincah, memiliki pandangan mata yang jernih, serta bulu yang bersih dan tidak kusam.
Nafsu makan yang tinggi merupakan indikator kuat bahwa hewan tersebut berada dalam kondisi prima, sehat, dan memiliki bobot yang ideal (gemuk). Sebaliknya, hindari memilih ternak yang tampak lesu, pasif, dan kurus kering. Kondisi fisik yang buruk seperti itu bisa menjadi alarm adanya indikasi penyakit dalam yang tersembunyi.
2. Pastikan Termasuk Jenis Bahimatul An’am (Hewan Ternak)
Syariat Islam telah mengunci ketentuan bahwa ibadah kurban hanya sah jika menggunakan jenis hewan ternak tertentu yang disebut bahimatul an’am. Untuk konteks wilayah Indonesia, jenis mamalia pemamah biak yang diperbolehkan meliputi sapi, kambing, domba, dan kerbau. Sementara di kawasan Timur Tengah, unta menjadi pilihan utama.
Jika berkurban di luar jenis hewan yang telah ditetapkan tersebut, maka ibadah kurban dinilai tidak sah. Dampaknya, status penyembelihan hanya dianggap sebagai pembagian daging konsumsi biasa, bukan ibadah ritual kurban.
3. Cek Kriteria Usia Melalui Metode Tanggal Gigi
Faktor usia memegang peranan penting karena setiap jenis ternak memiliki batas minimal umur yang berbeda untuk layak dikurbankan. Untuk kelompok kambing atau domba, syarat minimalnya adalah telah menginjak usia 1 tahun. Sementara untuk sapi atau kerbau, hewan harus sudah memenuhi kriteria umur minimal 2 tahun.
Jika tidak ada catatan kelahiran resmi dari peternak, Anda bisa memastikannya dengan metode cek gigi. Periksalah bagian mulut hewan; apabila dua gigi susu di bagian depan telah tanggal dan digantikan oleh gigi tetap (gigi geligi), itu menandakan kambing/domba telah berusia 12–18 bulan, dan sapi/kerbau sudah menginjak usia sekitar 22 bulan.
4. Wajib Sempurna, Bebas dari Cacat Fisik dan Kebutaan
Kondisi fisik luar hewan harus dipantau secara saksama dan teliti. Hewan yang mengalami cacat fisik seperti kebutaan, meskipun hanya sebelah mata atau tampak samar, secara otomatis dinyatakan tidak sah untuk dijadikan kurban.
Kelalaian dalam memeriksa kesempurnaan fisik ini berisiko menggugurkan status ibadah kurban, sehingga dagingnya hanya bernilai sebagai konsumsi biasa. Oleh karena itu, ketelitian dalam memeriksa keutuhan fisik satwa sangat dipertaruhkan di sini.
5. Pastikan Kesehatan Klinis dan Periksa Dokumen SKKH
Sumber: