BMKG Kendari Peringatkan Gelombang Hingga 2,5 Meter di Perairan Sultra, Nelayan Diminta Waspada

BMKG Kendari Peringatkan Gelombang Hingga 2,5 Meter di Perairan Sultra, Nelayan Diminta Waspada

Waspada gelombang laut--ist

sultra.disway.id - Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang sedang di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diminta meningkatkan kewaspadaan selama periode 6 hingga 9 Mei 2026.

Prakirawan BMKG Kendari, Gabriella Larasati, menjelaskan bahwa tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa titik perairan.

Kondisi ini dipicu oleh pola angin yang bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot.

BACA JUGA:Kendari Siapkan 100 Kendaraan Mewah Sambut Delegasi UCLG ASPAC 2026

“Kecepatan angin tertinggi bahkan bisa mencapai 25 knot atau sekitar 6 Skala Beaufort, terutama di Perairan Wakatobi bagian timur dan Laut Banda Timur Wakatobi,” ujarnya.

Wilayah Terdampak Gelombang Sedang

Berdasarkan analisis BMKG, potensi gelombang sedang diprediksi terjadi secara bertahap di sejumlah wilayah:

  • 6–7 Mei 2026: Perairan Wakatobi dan Laut Banda Timur Wakatobi
  • 7–8 Mei 2026: Perairan Wakatobi, Laut Banda Timur Wawonii, dan Laut Banda Timur Wakatobi
  • 8–9 Mei 2026: Wilayah terdampak meluas meliputi Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Buton, Perairan Wakatobi, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Baubau, Teluk Bone Barat Kabaena, hingga Laut Banda Timur Wakatobi

Gelombang diperkirakan muncul pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita di masing-masing periode tersebut.

BACA JUGA:Bocoran Speifikasi Google Pixel 11 Series: Era Baru Chipset 2nm dan Kejutan Fitur

Keselamatan Pelayaran Jadi Prioritas

BMKG mengingatkan bahwa kondisi gelombang dengan ketinggian tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, kapal kecil, dan transportasi laut antar pulau.

Karena itu, masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut serta mematuhi standar keselamatan pelayaran.

Selain meningkatkan kewaspadaan, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk rutin memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi, termasuk prakiraan cuaca pelabuhan dan wilayah perairan.

Langkah ini penting agar aktivitas di laut tetap aman dan terhindar dari risiko cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

 

Sumber: