Basarnas Kendari Peringatkan Nelayan Sultra: Waspada Cuaca Buruk, 12 Kecelakaan Laut Terjadi Awal 2026

Basarnas Kendari Peringatkan Nelayan Sultra: Waspada Cuaca Buruk, 12 Kecelakaan Laut Terjadi Awal 2026

Basarnas Kendari--ist

sultra.disway.id - Basarnas Kendari mengeluarkan peringatan penting bagi nelayan dan pengguna transportasi laut di Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca.

Langkah ini dilakukan guna menekan angka kecelakaan laut yang masih cukup tinggi di wilayah perairan Sultra.

Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin AS, menegaskan bahwa faktor cuaca menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan sebelum melaut.

Ia mengimbau para pelaut untuk selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari BMKG guna menghindari potensi cuaca ekstrem.

BACA JUGA:Menilik Kehebatan OnePlus Nord CE 6 Lite yang Bakal Meluncur: Performa Buas!

“Pastikan kondisi kapal layak jalan dan lengkapi alat keselamatan seperti jaket pelampung sebelum berlayar,” ujarnya.

12 Kecelakaan Laut dalam 3 Bulan

Berdasarkan data Basarnas Kendari, sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat:

  • 12 kasus kecelakaan kapal
  • 71 korban terdampak
  • 70 orang berhasil diselamatkan
  • 1 orang masih dinyatakan hilang

Tak hanya itu, terdapat pula tujuh kasus kondisi membahayakan manusia dengan total delapan korban:

  • 4 orang selamat
  • 3 orang meninggal dunia
  • 1 orang masih dalam pencarian

BACA JUGA:Rusun Subsidi Rasa Komersial? Harga Tembus Rp600 Juta, Kaum UMR Makin Sulit Punya Rumah!

Selain faktor cuaca dan kelayakan kapal, Basarnas juga menekankan pentingnya ketersediaan alat komunikasi di atas kapal.

Perangkat komunikasi yang memadai dinilai sangat vital untuk mempercepat koordinasi dan proses evakuasi saat terjadi keadaan darurat di tengah laut.

Basarnas berharap meningkatnya kesadaran para nelayan dan pelaut terhadap keselamatan dapat menekan angka kecelakaan laut di Sulawesi Tenggara.

Cuaca buruk dan kelalaian dalam persiapan menjadi faktor utama kecelakaan laut. Dengan disiplin memantau informasi dari BMKG serta memastikan kelengkapan keselamatan, risiko dapat diminimalkan secara signifikan.

Sumber: