Harga Minyakita Berpotensi Naik, Pemerintah Kaji Ulang HET Setelah 3 Tahun
HET Minyakita--
sultra.disway.id - Pemerintah mulai mengkaji ulang harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita yang saat ini masih bertahan di level Rp15.700 per liter. Evaluasi dilakukan setelah harga tersebut tidak mengalami perubahan selama lebih dari tiga tahun.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut penyesuaian harga menjadi langkah yang wajar seiring perubahan biaya produksi dan distribusi.
“Sudah lebih dari tiga tahun, tentu perlu disesuaikan,” ujarnya usai rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
BACA JUGA:Review Huawei Pura 90: Perpaduan Estetika Kunlun Glass dan Performa Kirin 9010S
Harga Pasar Mulai Tembus HET
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga Minyakita di sejumlah daerah sempat mencapai Rp15.900 per liter atau melampaui batas HET.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan utama pemerintah mempertimbangkan penyesuaian harga agar sesuai dengan kondisi pasar terkini.
Meski demikian, pemerintah menegaskan keputusan belum final dan masih dalam tahap perhitungan bersama berbagai pihak.
Distribusi BUMN Akan Diperkuat
Selain harga, pemerintah juga fokus membenahi sistem distribusi minyak goreng rakyat. Peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan akan diperkuat untuk menjaga stabilitas pasokan.
BACA JUGA:Diskominfo Sultra Hadirkan Wi-Fi Gratis untuk Pelajar hingga Jurnalis di Kendari
Distribusi minimal 35 persen oleh BUMN berpotensi ditingkatkan, dengan melibatkan sejumlah entitas seperti Perum Bulog dan ID FOOD.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan ketersediaan Minyakita, khususnya di pasar tradisional.
Bantuan Pangan Jadi Pemicu Kenaikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa lonjakan harga Minyakita juga dipengaruhi oleh program bantuan pangan pemerintah.
Penyaluran minyak goreng dalam jumlah besar disebut menyerap pasokan di pasar, sehingga memicu kenaikan harga.
Sebagai solusi, pemerintah akan mengevaluasi skema bantuan dengan melibatkan berbagai merek minyak goreng agar distribusi lebih merata.
Sumber: