Lapas Kendari Gelar Tes Urine Mendadak: 200 Warga Binaan dan Petugas Diperiksa, Hasilnya Mengejutkan

Lapas Kendari Gelar Tes Urine Mendadak: 200 Warga Binaan dan Petugas Diperiksa, Hasilnya Mengejutkan

Tes Urine--

sultra.disway.id - Upaya memberantas narkoba di lingkungan pemasyarakatan terus diperketat. Lapas Kelas IIA Kendari menggelar tes urine secara acak terhadap ratusan warga binaan dan petugas sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, melibatkan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas dan Rutan.

200 Orang Dites, Fokus Kasus Narkotika

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kendari, Andi Fahriadi, mengungkapkan bahwa total 200 orang menjalani pemeriksaan, terdiri dari:

  • 50 pegawai
  • 150 warga binaan

Pemilihan peserta dilakukan secara acak, dengan prioritas pada narapidana yang terkait kasus narkotika.

BACA JUGA:Piala Dunia 2026 Dipastikan Bakal Bisa Disaksikan Seluruh Warga Sultra hingga Wilayah Blank Spot

Hasil Tes

Hasil pemeriksaan menunjukkan kabar positif. Seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.

“Ini menjadi bukti komitmen kami dalam memastikan lingkungan Lapas benar-benar bersih dari narkoba,” ujar Andi.

Ia menegaskan, langkah ini tidak hanya menyasar warga binaan, tetapi juga petugas sebagai bagian dari pengawasan menyeluruh.

Langkah tegas Lapas Kendari mendapat apresiasi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara.

Konselor BNNP Sultra, Asnon, menilai hasil ini sekaligus mematahkan stigma negatif masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan.

“Dari hasil tes terhadap 150 warga binaan, tidak ada yang positif. Ini membuktikan Lapas tidak identik dengan peredaran narkoba,” jelasnya.

BACA JUGA:2026: Tahun 'Penghakiman' Bagi PPPK Paruh Waktu, Siapa Tereliminasi?

Gunakan Alat Deteksi Canggih 10 Parameter

Keberhasilan deteksi ini juga didukung oleh penggunaan alat tes urine modern yang mampu membaca hingga 10 parameter zat terlarang secara cepat dan akurat.

Teknologi ini dinilai sangat efektif untuk mendukung langkah pencegahan dan pengawasan di dalam Lapas.

Sumber: