Waspada Campak Usai Lebaran 2026, Dinkes Sultra Perketat Pengawasan dan Imbau Imunisasi

Waspada Campak Usai Lebaran 2026, Dinkes Sultra Perketat Pengawasan dan Imbau Imunisasi

Imunisasi--

sultra.disway.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus campak pasca Lebaran 1447 Hijriah/2026.

Mobilitas masyarakat yang tinggi selama mudik dan silaturahmi dinilai dapat memicu penyebaran penyakit menular tersebut.

Kepala Dinkes Sultra, Andi Edy Surahmat, menyebutkan bahwa meski jumlah kasus saat ini masih tergolong rendah, langkah antisipasi tetap diperketat.

BACA JUGA:Diskominfo Sultra Siapkan Aturan Turunan, Pengguna Media Sosial di Bawah 16 Tahun Akan Dibatasi

“Kasus campak di Sultra masih fluktuatif, sekitar satu hingga dua pasien dan belum menyebar luas. Namun kita tetap harus waspada, karena penularannya sangat cepat melalui droplet di udara, terutama setelah interaksi tinggi saat Lebaran,” ujarnya di Kendari, Selasa.

Penularan Cepat, Masa Inkubasi 14 Hari

Menurut Andi Edy, virus campak memiliki masa inkubasi sekitar 14 hari sebelum gejala muncul. Dalam periode tersebut, penderita yang belum terdeteksi tetap bisa menularkan virus ke orang lain.

Hal inilah yang menjadi perhatian serius, terutama setelah momen Lebaran yang identik dengan pertemuan keluarga dan keramaian.

Fasilitas Kesehatan Diminta Tingkatkan Deteksi Dini

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Sultra telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan di kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan.

BACA JUGA: Pengumuman SNBP 2026 Dibuka Hari Ini Pukul 15.00 WIB: Ini Daftar 40+ Link Mirror & Cara Ceknya

Upaya yang dilakukan meliputi:

  • Penguatan sistem surveilans penyakit
  • Deteksi dini kasus campak
  • Pelacakan kontak erat (tracing) pasien

Langkah ini diharapkan mampu mencegah penyebaran lebih luas sejak tahap awal.

Campak Bisa Berakibat Fatal pada Bayi

Andi Edy juga mengingatkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ringan. Selain demam dan ruam, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi.

BACA JUGA:Vivo X300s Segera Meluncur, Bawa Baterai 7.100mAh dan Kamera 200MP

“Pada bayi di bawah usia sembilan bulan, campak bisa menyebabkan diare berat hingga dehidrasi akut. Bahkan, tidak sedikit kasus kematian yang sebenarnya dipicu oleh campak, namun sering disalahartikan,” jelasnya.

Pentingnya Imunisasi dan Protokol Kesehatan

Sumber: