Mudik Lebaran 2026: Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan Torobulu Menuju Pulau Muna
Pelabuhan Torobulu--ist
sultra.disway.id - Puncak arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Torobulu mencatat lonjakan drastis volume kendaraan.
Ribuan unit kendaraan roda dua dan roda empat kini memenuhi kantong antrean menuju Pelabuhan Tampo (Muna) dan Pelabuhan Tondasi (Muna Barat).
Plt. Kepala Pelabuhan Torobulu, Ferima, mengungkapkan bahwa kepadatan ini telah berlangsung selama tiga hari terakhir dengan tren yang terus meningkat.
BACA JUGA:Kabar Gembira! Pemprov Sultra Kucurkan Rp5,5 Miliar untuk Revitalisasi SMA di Buton Tengah
"Rata-rata dalam tiga hari ini, jumlah motor yang kami seberangkan mencapai lebih dari 2.000 unit. Saat ini saja, masih ada antrean sekitar 600 motor dan 200 mobil yang menunggu giliran naik ke kapal," ujar Ferima, Kamis (19/3).
Strategi Pemuatan: Maksimalkan 4 Armada Kapal
Untuk mengurai kepadatan, pihak pelabuhan menyiagakan empat unit armada kapal (gabungan ASDP dan Swasta) dengan kapasitas muat maksimal per trip:
- Kapal ASDP: 13 – 15 Unit Melayani ± 80 Unit Kendaraan
- Kapal Swasta: 25 – 30 Unit melayani 150 – 180 Unit Kendaraan
Dengan jadwal yang padat, total kendaraan yang berhasil diseberangkan dalam sehari bisa menembus angka lebih dari seribu unit.
Info Penting: Jadwal Operasional & Penutupan Loket
Pelayanan pelabuhan akan menyesuaikan dengan hasil Sidang Isbat Pemerintah. Berikut adalah skenario operasional loket di Pelabuhan Torobulu:
BACA JUGA:Arus Mudik Membludak! ASDP Torobulu-Tampo Beroperasi 24 Jam & Tambah Trip Dua Kali Lipat
Skenario 1 (Lebaran 20 Maret): Loket ditutup sementara pada Kamis (19/3) pukul 00.00 WITA dan dibuka kembali Jumat (20/3) pukul 10.00 WITA setelah Shalat Id.
Skenario 2 (Lebaran 21 Maret): Operasional tetap berjalan normal hingga Jumat malam, baru kemudian ditutup sementara saat pelaksanaan Shalat Id Sabtu pagi.
"Meskipun loket ditutup sementara saat Shalat Id, petugas kami tetap bersiaga penuh di lapangan untuk memastikan keamanan di area pelabuhan," tambah Ferima.
Di balik hiruk-pikuk antrean, Ferima mengaku tersentuh melihat semangat para pemudik yang rela mengantre berjam-jam demi bertemu keluarga di kampung halaman. Hal inilah yang menjadi pemacu semangat para petugas pelabuhan untuk tetap bekerja meski di hari raya.
Sumber: