Warga Sultra Diimbau Tunda Perjalanan Umrah, Situasi Timur Tengah Masih Panas
Jemaah umrah di bandara--
sultra.disway.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara mengimbau masyarakat untuk menunda rencana perjalanan ibadah umrah sementara waktu.
Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi konflik di sejumlah wilayah Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi keamanan perjalanan internasional.
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Muhammad Lalan Jaya, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi untuk menjaga keselamatan calon jemaah.
BACA JUGA:Persiapan Mudik 2026: Polda Sultra Gelar Operasi Ketupat Anoa, Amankan Jalur Darat dan Laut!
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah umrah dari Sulawesi Tenggara, agar menunda atau menjadwalkan ulang perjalanan hingga situasi di Timur Tengah benar-benar aman,” ujar Lalan Jaya saat dihubungi di Kendari, Jumat.
Penundaan Umrah untuk Menghindari Risiko Perjalanan
Menurut Lalan Jaya, imbauan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait kewaspadaan terhadap perjalanan internasional di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.
Selain faktor keamanan, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kendala operasional penerbangan, seperti perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan menuju Timur Tengah.
Beberapa negara di kawasan tersebut bahkan telah mengambil langkah pembatasan penerbangan.
BACA JUGA:Mobil Dinas Pejabat Pemprov Sultra Ringsek Dihantam Truk, Begini Kondisi Korban Kadis Perpustakaan
Negara yang menutup sementara ruang udara antara lain: Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, Suriah.
Sementara itu, beberapa negara lain masih membuka penerbangan secara terbatas dengan status kewaspadaan tinggi, seperti: Arab Saudi, Oman, Yordania, Lebanon.
Kondisi Arab Saudi Masih Kondusif
Meski situasi regional sedang memanas, pemerintah memastikan kondisi di Arab Saudi masih relatif aman. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal dengan pengamanan yang diperketat.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah telah menyiagakan tiga tim pemantau yang bertugas secara bergiliran di beberapa titik penting bandara.
BACA JUGA:Kuota Terbatas! 6.000 Tiket Kapal Gratis Mudik Kendari–Raha–Baubau Resmi Dibuka, Ini Cara Daftarnya
Sumber: