Konflik Iran-Israel Dongkrak Harga Minyak Dunia, Harga BBM di Indonesia Akan Segera Naik
Harga BBM--
sultra.disway.id - Lonjakan harga minyak dunia kembali jadi sorotan. Di awal pekan ini, minyak mentah jenis Brent menyentuh level US$ 81 per barel, melampaui asumsi harga minyak dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar US$ 70 per barel.
Kenaikan ini dipicu oleh memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar di masyarakat: apakah harga BBM di Indonesia akan ikut naik?
BACA JUGA:Breno Bidon Buka Peluang ke Eropa, Arsenal hingga MU Siaga!
Bahlil Lahadalia: Harga BBM Subsidi Tidak Otomatis Naik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa mekanisme harga BBM di Indonesia terbagi menjadi dua kategori, yaitu BBM subsidi dan BBM non-subsidi.
Untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi, harga tidak otomatis berubah meskipun harga minyak dunia naik.
“Kalau BBM subsidi seperti Pertalite, selama tidak ada kebijakan baru dari pemerintah, maka harganya tetap,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM.
Artinya, masyarakat pengguna BBM subsidi tidak perlu khawatir dalam waktu dekat, karena harga tetap menunggu keputusan resmi pemerintah.
BBM Non-Subsidi Ikuti Mekanisme Pasar
Berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM non-subsidi akan mengikuti mekanisme pasar global. Penyesuaian harga ini mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 22 tentang formula harga BBM umum.
BACA JUGA:Spesifikasi Lengkap Motorola Razr Fold, Desain Super Tipis dengan Snapdragon 8 Gen 5!
Jika harga minyak mentah dunia terus naik, maka BBM non-subsidi berpotensi mengalami penyesuaian harga sesuai aturan tersebut.
Dengan kata lain:
- BBM subsidi: relatif aman (menunggu kebijakan pemerintah)
- BBM non-subsidi: bisa naik jika tren harga global berlanjut
BACA JUGA:Dishub Sultra Terapkan Tiket Kapal Online, Langkah Tegas Berantas Calo di Pelabuhan
Konflik Timur Tengah dan Ancaman Penutupan Selat Hormuz
Lonjakan harga minyak global tidak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Iran dikabarkan mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.
Sumber: