Volvo Tarik 40.000 Unit SUV Listrik EX30 Akibat Risiko Baterai Terbakar
Volvo SUV EX30--volvo
sultra.disway.id - Kabar kurang sedap datang dari raksasa otomotif asal Swedia. Volvo resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) skala global terhadap lebih dari 40.000 unit SUV listrik EX30.
Langkah darurat ini diambil setelah ditemukan potensi masalah overheating (panas berlebih) pada baterai yang berisiko memicu kebakaran.
Penarikan ini menjadi sorotan tajam mengingat EX30 adalah salah satu model andalan Volvo di pasar kendaraan listrik (EV) global.
BACA JUGA:Lexus LX 2025-2026 Direcall, Cek Detailnya
Model yang Terdampak dan Penyebabnya
Masalah ini terdeteksi pada sel baterai tegangan tinggi yang diproduksi oleh Shandong Geely Sunwoda Power Battery Co, sebuah perusahaan patungan di bawah naungan Geely.
Setidaknya ada dua varian utama yang masuk dalam daftar recall ini:
- Volvo EX30 Single-Motor Extended Range
- Volvo EX30 Twin-Motor Performance
Total kendaraan yang terdampak mencapai 40.323 unit. Volvo menyatakan sedang menghubungi seluruh pemilik kendaraan untuk koordinasi langkah perbaikan lebih lanjut.
BACA JUGA:Makin Skena! Yamaha Fazzio Hybrid 2026 Rilis Warna 'Crazee', Gaya Gen Z Banget!
Insiden Brasil Jadi Pemicu Utama
Kekhawatiran publik memuncak setelah sebuah unit EX30 dilaporkan terbakar secara tiba-tiba di sebuah dealer di Maceió, Brasil, pada November 2025 lalu.
Insiden ini memaksa Volvo mengeluarkan instruksi ketat bagi pemilik kendaraan di belasan negara, termasuk Amerika Serikat dan Australia.
Instruksi Darurat bagi Pemilik EX30 Saat Ini:
- Membatasi pengisian daya maksimal hingga 70% kapasitas.
- Memarkir kendaraan di area terbuka, jauh dari bangunan atau struktur permanen.
Langkah sementara ini memicu rasa frustrasi pelanggan karena secara signifikan memangkas jarak tempuh efektif mobil listrik mereka.
BACA JUGA:QJMotor Rilis Tourino 250 DX dan SRK 250 RA, Motor Tangguh Harga Rp40 Jutaan
Kerugian Finansial Hingga Rp3,2 Triliun
Skandal baterai ini tidak hanya merusak reputasi, tetapi juga memukul finansial perusahaan. Analis industri memperkirakan biaya penggantian modul baterai bisa membengkak hingga 195 juta dolar AS (sekitar Rp3,27 triliun).
Sumber: