Bulog Sultra Ungkap Kondisi Stok Beras Jelang Ramadhan dan Lebaran 2026
Beras bulog--ist
sultra.disway.id - Menjelang Ramadhan 2026, Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman.
Saat ini, stok beras di gudang Bulog Sultra mencapai 76 ribu ton, jumlah yang dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri.
Kepala Perum Bulog Kanwil Sultra, Benhur Ngkaimi, menegaskan bahwa cadangan tersebut mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga, selama tidak ada distribusi besar-besaran ke luar daerah.
BACA JUGA:Manchester United Incar Iliman Ndiaye dari Everton, Jadi Kandidat Kuat!
“Stok 76 ribu ton ini aman. Jika tidak ada pengiriman ke luar wilayah, persediaan bahkan bisa mencukupi hingga Lebaran tahun depan,” ujarnya di Kendari.
Bulog Genjot Serapan Gabah Petani Lokal
Tak hanya mengandalkan stok yang tersedia, Bulog Sultra juga mempercepat penyerapan gabah dari petani lokal menjelang panen raya Maret–April 2026.
Target penyerapan hingga Juni 2026 dipatok sebesar 120 ribu ton, dengan minimal 90 ribu ton harus diamankan saat puncak panen.
Langkah ini dilakukan untuk:
- Menjaga cadangan beras pemerintah
- Mendukung harga gabah petani tetap stabil
- Mengantisipasi lonjakan permintaan saat Ramadhan dan Lebaran
Penyaluran Bantuan Pangan Diprediksi Naik 90 Persen
Bulog Sultra juga bersiap menyalurkan alokasi bantuan tahap pertama untuk periode Februari–Maret 2026.
BACA JUGA:430 Calon Haji Kolaka Jalani Vaksinasi Meningitis dan Polio, Ini Lokasi dan Jadwalnya
Secara nasional, jumlah penerima manfaat diperkirakan meningkat hampir 90 persen. Jika dihitung secara proporsional, penerima di Sultra diprediksi naik dari 187 ribu orang menjadi sekitar 350 ribu orang.
Estimasi kebutuhan penyaluran:
- 7.000 ton beras
- 1–1,2 juta liter minyak goreng
Lonjakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Stok Minyak Goreng dan Gula Juga Aman
Selain beras, Bulog Sultra juga telah mengamankan komoditas pendukung lainnya:
- Minyak goreng: 140 ribu liter tersedia, 400 ribu liter dalam perjalanan
- Gula pasir: 170 ton dengan harga acuan Rp17.500 per kilogram
Sumber: