Kementerian ESDM Survei 3 Desa di Muna untuk Proyek Listrik Tenaga Surya

Kementerian ESDM Survei 3 Desa di Muna untuk Proyek Listrik Tenaga Surya

Proyek pembangkit listrik di Muna--ist

sultra.disway.id - Kabar gembira bagi warga di pelosok Sulawesi Tenggara. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi memulai survei lapangan di Kabupaten Muna sebagai langkah awal realisasi program elektrifikasi pedesaan periode 2026–2027.

Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah pusat atas usulan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, untuk mengentaskan kegelapan di wilayah terpencil melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Tim ahli dari kementerian menghabiskan waktu dua pekan untuk memetakan kebutuhan energi di tiga desa sasaran. Menariknya, fokus utama proyek ini bukan sekadar membangun baru, melainkan menghidupkan kembali aset yang sudah ada.

BACA JUGA:Speksifikasi iQOO 15 Ultra, HP yang Guncangkan Pasar Flagship Saat Imlek

Ketiga desa yang menjadi prioritas survei adalah:

  • Desa Kogholifano (Kecamatan Pasir Putih)
  • Desa Labulawa (Kecamatan Pasir Putih)
  • Desa Bakealu (Kecamatan Wakorumba Selatan)

"Tim menemukan bahwa ketiga desa tersebut sebenarnya sudah memiliki infrastruktur PLTS, namun saat ini tidak berfungsi. Pemerintah berencana melakukan revitalisasi aset agar pasokan listrik warga kembali stabil," jelas Abdul Rohhim, Pengawas EBT Dinas ESDM Sultra, Senin (26/1).

Bagian dari Megaproyek 50 Desa di Sulawesi Tenggara

Survei di Kabupaten Muna hanyalah permulaan. Kabupaten ini merupakan bagian dari usulan besar Pemprov Sultra yang mencakup 50 desa di 9 kabupaten berbeda.

Berikut adalah peta sebaran usulan desa yang akan disurvei selanjutnya:

  • Konawe Selatan: 15 Desa
  • Muna Barat: 11 Desa
  • Wilayah Kepulauan: Mencakup Wakatobi dan Buton Tengah.

Kementerian ESDM kini tengah mengkaji teknis infrastruktur penunjang, mulai dari ketersediaan lahan pengembangan PLTS hingga kondisi tiang listrik yang sudah terpasang di lapangan.

BACA JUGA:Samsung Gegerkan CES 2026, Resmi Rilis TV Micro RGB 130 Inci Pertama di Dunia

Agar program ini berjalan efisien, Dinas ESDM Sultra memastikan adanya koordinasi ketat dengan PT PLN (Persero). Tujuannya adalah memastikan proyek revitalisasi PLTS dari pusat tidak berbenturan dengan rencana perluasan jaringan kabel listrik yang sedang digarap PLN.

"Fokus kami adalah optimalisasi. Kami ingin memastikan sistem kelistrikan yang sudah ada bisa dihidupkan kembali secara optimal tanpa ada tumpang tindih anggaran atau proyek," tambah Abdul Rohhim.

Meskipun survei awal telah berjalan, masyarakat diminta bersabar. Pemprov Sultra saat ini masih menunggu hasil kajian teknis lanjutan dan jadwal pasti pembangunan fisik dari Kementerian ESDM. Penentuan skala prioritas sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat berdasarkan kelayakan lapangan.

Sumber: