14 Bangunan Gudang dan Rumah Kontrakan Ludes Terbakar di Kendari

14 Bangunan Gudang dan Rumah Kontrakan Ludes Terbakar di Kendari

Ilustrasi kebakaran--Istimewa

sultra.disway.id - Kebakaran hebat melanda kawasan Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/1/2026) malam. Sedikitnya 14 bangunan, terdiri dari gudang, kios, rumah makan, dan rumah kontrakan, hangus dilalap api.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari langsung mengerahkan tujuh unit mobil pemadam untuk menjinakkan kobaran api yang mulai berkobar sekitar pukul 21.45 WITA.

“Kami menurunkan tujuh mobil damkar untuk memadamkan kebakaran yang menghanguskan 14 bangunan,” ujar Kepala Dinas Damkar Kota Kendari, Ahriawandy, di lokasi kejadian.

BACA JUGA:Evakuasi Dramatis di Bulusaraung: Basarnas Angkat Satu Korban Pesawat ATR 42-500 dari Jurang 200 Meter

Api Diduga Berasal dari Gudang

Selain armada Damkar, proses pemadaman juga dibantu 13 mobil tandon air milik mitra Damkar serta relawan kebencanaan. Ahriawandy menjelaskan, bangunan yang terbakar meliputi satu kios, tiga rumah makan, sejumlah rumah kontrakan, dan satu gudang penyimpanan hasil bumi seperti jambu mete dan kopra.

“Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Api diduga berasal dari satu gudang, lalu cepat membesar dan merambat ke bangunan lain di sekitarnya,” jelasnya.

Beruntung, seluruh bangunan dalam kondisi kosong saat kejadian. Gudang yang menjadi titik awal kebakaran diketahui hanya dijaga satu orang, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kerugian Capai Rp5 Miliar

Meski tidak menelan korban, kebakaran ini menyebabkan kerugian material besar. Damkar memperkirakan nilai kerugian mencapai sekitar Rp5 miliar, mengingat gudang yang terbakar menyimpan hasil bumi bernilai tinggi untuk distribusi ke luar daerah.

BACA JUGA:Snack MBG di Konawe Disorot: Kue Sus Berjamur Picu Kekhawatiran Orang Tua

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Petugas menghadapi kendala karena sebagian bangunan berbahan papan serta banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Selain itu, kerumunan warga yang memadati lokasi turut menghambat akses armada pemadam ke titik api.

Kesaksian Warga

Salah seorang warga setempat, Asna (23), mengatakan api pertama kali terlihat dari bangunan di bagian paling ujung kawasan tersebut.

“Awalnya dari satu gedung, lalu api cepat membesar dan menyambar bangunan lain. Mungkin karena angin kencang juga, jadi apinya cepat menyebar,” tuturnya.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan dan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap instalasi listrik di kawasan padat bangunan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Sumber: