Snack MBG di Konawe Disorot: Kue Sus Berjamur Picu Kekhawatiran Orang Tua

Snack MBG di Konawe Disorot: Kue Sus Berjamur Picu Kekhawatiran Orang Tua

Kue sus menu MBG--

sultra.disway.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, tengah menjadi sorotan publik. Menu snack berupa kue sus yang dibagikan kepada anak-anak dan balita diduga tidak layak konsumsi setelah ditemukan berjamur di dalam kemasan plastik bening.

Dugaan tersebut menguat usai beredarnya foto kue sus di media sosial yang memperlihatkan perubahan fisik mencolok. Pada permukaan kue tampak jamur berwarna abu-abu kehitaman dan putih, memicu kekhawatiran warga akan keamanan pangan dalam program yang menyasar kelompok rentan.

Viral di Media Sosial, Warga Ungkap Kekhawatiran

Seorang warga Konawe, Anita Pitriya, mengunggah temuan tersebut di akun Facebook miliknya pada Sabtu (17/1/2026). Ia mengaku menemukan kue sus berjamur dalam paket MBG yang dibagikan kepada anak-anak dan balita di Desa Andalambe, Kecamatan Tongauna Utara.

BACA JUGA:Evakuasi Dramatis di Bulusaraung: Basarnas Angkat Satu Korban Pesawat ATR 42-500 dari Jurang 200 Meter

Menurut Anita, kualitas menu MBG dinilai kian menurun, sementara anak-anak sering mengambil makanan sendiri tanpa mengetahui apakah makanan tersebut masih layak dikonsumsi.

“Kenapa makin ke sini makin nda terjaga kualitas MBG-nya. Kasihan anak-anak yang datang sendiri ambil, tidak tahu layak atau tidak langsung dimakan. Ini jamur bukan jamur sehari,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Pertanyakan Pengawasan Dapur MBG

Tak hanya menyoroti kondisi makanan, Anita juga mempertanyakan sistem pengawasan di dapur penyedia MBG. Pasalnya, dalam pelaksanaan program disebutkan setiap dapur didampingi oleh tenaga ahli gizi.

“Coba jelaskan ini salah siapa, karena katanya masing-masing dapur ada pengawas dari ahli gizi,” lanjutnya.

BACA JUGA:Perahu Dihantam Ombak Besar di Buton Tengah, Ayah dan Anak Ditemukan Tewas di Laut Talaga

Risiko Kesehatan pada Anak dan Balita

Diketahui, kue sus termasuk makanan dengan kadar air tinggi dan masa simpan singkat, sehingga memerlukan penanganan, penyimpanan, dan distribusi yang sangat ketat. Jika tidak dikelola dengan baik, makanan jenis ini rentan berjamur dan berpotensi membahayakan kesehatan, terlebih bagi anak-anak dan balita.

Penanggung Jawab Dapur Belum Diketahui

Hingga berita ini diturunkan, pihak penanggung jawab dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Tongauna Utara belum dapat dipastikan. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, dapur SPPG tersebut berlokasi di Desa Nambeaboru, Kecamatan Tongauna Utara, Konawe.

BACA JUGA:Rekomendasi HP Samsung dengan Kamera Terbaik Januari 2026: Tajam, Stabil, dan Ramah di Kantong

Redaksi Kendariinfo juga telah berupaya menghubungi Anita Pitriya melalui pesan di Facebook untuk kepentingan klarifikasi lebih lanjut, namun hingga saat ini belum memperoleh respons.

Kasus ini menambah daftar perhatian publik terhadap pelaksanaan program MBG, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat keamanan pangan, khususnya pada program yang menyasar anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

Sumber: