Revitalisasi 147 Sekolah, Pemprov Sultra Kucurkan Rp72 Miliar

Revitalisasi 147 Sekolah, Pemprov Sultra Kucurkan Rp72 Miliar

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka--

sultra.disway.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan komitmen serius dalam membenahi dunia pendidikan.

Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, Pemprov Sultra mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp72 miliar untuk membangun sekolah baru sekaligus merevitalisasi ratusan satuan pendidikan di seluruh penjuru Bumi Anoa.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

BACA JUGA:Manchester United Siapkan Transfer Sensasional untuk Cole Palmer

Hal itu disampaikannya saat meresmikan fasilitas pendidikan melalui penandatanganan prasasti secara simbolis yang dipusatkan di SMA Negeri 7 Kendari, Sabtu.

“Pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Sulawesi Tenggara. Pendidikan yang berkualitas lahir dari lingkungan belajar yang layak dan aman,” ujar Andi Sumangerukka.

Program revitalisasi tersebut menyasar sedikitnya 147 sekolah yang tersebar merata di 17 kabupaten dan kota se-Sultra. Perbaikan meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga fasilitas sanitasi yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan.

Dengan fasilitas yang lebih representatif, proses belajar-mengajar diharapkan berjalan lebih optimal, sekaligus memberikan kenyamanan bagi siswa dan tenaga pendidik.

Tak hanya melakukan perbaikan, Pemprov Sultra juga membangun empat sekolah baru yang kini telah resmi beroperasi. Sekolah-sekolah tersebut yakni SMAN 1 Pakue Utara dan SMAN 1 Ngapa di Kabupaten Kolaka Utara, SMAN 3 Kulisusu Utara di Kabupaten Buton Utara, serta SMAN 3 Tomia di Kabupaten Wakatobi.

BACA JUGA:Joao Gomes Masuk Radar Klub Elite Eropa, Napoli Tantang MU!

“Kehadiran sekolah baru ini diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan layanan pendidikan,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, Pemprov Sultra akan menggeser fokus pembangunan pendidikan ke wilayah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T), terutama di daerah kepulauan. Kebijakan ini bertujuan memastikan pemerataan mutu pendidikan agar tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan dan daratan.

Andi Sumangerukka menambahkan, rencana tersebut telah disampaikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dan mendapat respons positif.

“Harapannya, semakin banyak sekolah yang bisa direnovasi dan dibangun, sehingga kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara benar-benar merata di seluruh daerah,” pungkasnya.

Sumber: